Image source: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgt0Rqf7v4NFtZ3VNYizhzHxhGybJj-675lZQmjAytU8Qnw3_5On3WwKGCtdJ7cPO6PlGmwmKoGEXVxQvp0pQ3rBfvGFWbKGiMWTOBQVi6KNBEyyUWCqu-UCUQz39_69ikV0IYvUBIy_0Q/s1600/blogtoday3.JPG
Liputan6.com, Jakarta - Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto sudah bertemu beserta pihak Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres pada kantornya, Jalan Kesehatan, Jakarta Pusat. Pertemuan yg berlangsung 3 jam itu membahas tragedi tragis yg menimpa bayi Tiara Debora Simanjorang.
Debora sendiri wafat pada RS Mitra Keluarga. Keterlambatan penanganan yg memadai disinyalir sebagai penyebab kematian bayi Debora. Koesmedi menyimpulkan muncul 2 kelalaian yg dilakukan sang RS Mitra Keluarga.
Yang pertama, celoteh Koesmedi, artinya pada masalah komunikasi. Pihak RS, khususnya pada bagian warta, nir menyampaikan warta yg betul terkait porto perawatan ruang PICU.
Seharusnya, berdasarkan Koesmedi, pihak RS mengutamakan kepentingan pasien daripada meminta porto dikala pasien dalam keadaan gawat darurat.
"Terjadi komunikasi yg kurang bagus baik dari manajemen kepada bagian warta serta dari petugas warta kepada famili pasien. Sehingga mengakibatkan salah persepsi pada dalam mengartikan celoteh-celoteh yg disampaikan sang bagian warta," ujar Koesmedi pada kantor Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Senin (11/9/2017).
Kedua, celoteh Koesmedi, RS Mitra Keluarga lalai dalam mencari tempat tinggal sakit rujukan bagi pasien. Seharusnya, berdasarkan beliau, pihak RS nir menyuruh famili pasien mencari RS rujukan.
"Kemudian satu lagi artinya muncul kelalaian daripada RS. Walaupun beliau jua mencari loka rujukan ke RS lain melalui telepon, tapi jua beliau (pihak RS) jua menyuruh famili pasien buat melakukan rujukan, yg harusnya dilakukan sang RS," ujar Koesmedi.
Saksikan Video Menarik Di Bawah Ini:
No comments:
Post a Comment