:strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/1765304/original/090859900_1510216495-Feynmann_Diagram_Gluon_Radiation_PIXLR__WC.jpg)
Image source: https://cdn1-a.production.images.static6.com/KLFZiIdFjO8DCihs2oqztAdpCUQ=/673x373/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/1765304/original/090859900_1510216495-Feynmann_Diagram_Gluon_Radiation_PIXLR__WC.jpg
Liputan6.com, Jakarta - Bagi sebagian insan, merasa sendirian lebih menakutkan dibandingkan beserta tantangan lain yang kita hadapi dalam hayati.
Kesendirian (solitude) sungguh menakutkan. Sehingga, bagi sebagian akbar orang, menyibukkan diri beserta berbagai aktivitas eksklusif -- termasuk kegiatan yang membahayakan diri -- jauh lebih baik ketimbang diam sendirian.
Sementara itu, mirip dikutip asal theladders.com (8/11/2017), daripada melakukan hal yang membahayakan diri untuk mengatasi kesendirian, beberapa teknologi mirip gadget atau telepon pandai bisa sebagai solusi cara lain.
Dengan kehadiran perangkat cerdas, seseorang individu tidak pernah sahih-sahih sendirian tanpa seseorang teman bicara atau tidak melakukan apa-apa. Selalu saja muncul pelaksanaan untuk ditelusuri dan orang untuk dihubungi.
Akan tetapi, dari suatu penelitian yang dilaporkan dalam Personality and Social Psychology Bulletin, kesendirian dan jauh asal gadget justru suatu keharusan bagi setiap insan untuk mengisi ulang (recharge) dan menata ulang (reset) otak yang bekerja berlebihan (overstimulated).
Metode Penelitian
Para peserta penelitian bertajuk "Solitude as an Approach to Affective Self-Regulation" dibagi dalam 2 kelompok.
Pertama ialah mereka yang perlu berbicara beserta seseorang peneliti perihal riset mereka dan ke-dua ialah kelompok lain yang menjauh asal perangkat elektronik dan duduk diam selama 15 menit.
Mahasiswa-mahasiswa yang berbicara beserta si peneliti tidak mengalami perubahan apapun, tapi mereka yang menjalani kesendirian mengalami penurunan perasaan-perasaan positif dan aura negatif menghipnotis mereka, mirip keceriaan, marah, dan kecemasan.
No comments:
Post a Comment