Image source: http://cdn-media.viva.id/thumbs2/2014/10/20/274518_virtual-reality-buatan-archos_663_382.jpg
Liputan6.com, California - Penelitian terbaru mengungkap penggunaan perangkat headset berbasis teknologi Virtual Reality (VR) berisiko bagi kesehatan anak-anak.
Penelitian yang dilakukan di Leeds Unviersity tadi melibatkan anak-anak berusia 8-12 tahun buat mencoba VR headset serta memainkannya selama 20 menit.
Hasilnya, anak-anak mengaku mengalami distraksi penglihatan serta pusing. Beberapa di antaranya hingga timbul yang mual. Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa teknologi VR belum sepenuhnya kondusif bagi anak-anak.
Jika anak dibiarkan memakai VR headset dalam waktu lebih berdasarkan 20 menit, risiko terberat yang mereka alami bisa jadi seperti vertigo atau rasa pusing hiperbola yang berlangsung secara terus-menerus.
Peneliti mengungkap, keliru satu pemicu pokok VR bisa mengancam kesehatan anak karena adanya pergerakan yang sangat cepat pada objek yang disaksikan di VR headset.
Sebenarnya, bergerak bersama cepat nir benar-benar memproduksi orang merasa pusing apabila penggunanya mempunyai tingkat ekuilibrium yang baik.
Berbeda kasus bersama anak-anak karena mereka menonton konten video di VR headset bersama ekuilibrium yang belum stabil.
"Masalahnya ialah perlambatan kontinu serta kecepatan. Bukan pada seberapa cepat pergerakan, tetapi durasi perubahan tadi," tulis peneliti dalam warta resminya.
"Saat penggunanya mencoba memainkan sebuah gim, sistem ekuilibrium internal akan mencoba menyesuaikan bersama segala pergerakan. Misalnya, waktu melakukan putaran pada permainan jet tempur, kelihatannya global seperti berputar bersama cara yang aneh," lanjutnya.
Namun, sistem vestibular tubuh nir mendapatkan input yang sama seperti umumnya. Hal inilah yang pada akhirnya memproduksi pemakai VR headset menjadi pusing serta sedikit sakit.
(Jek/Ysl)
Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:
No comments:
Post a Comment