
Image source: https://images.detik.com/community/media/visual/2016/09/27/8e941a93-676c-48f2-94bc-4a2f07150fcb.jpg?w=967
Liputan6.com, Jakarta Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, tengah menelaah asal-asal iuran peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan buat menutup defisit perusahaan yang berpotensi mencapai Rp 9 triliun. Ini juga termasuk kontribusi menurut pemerintah daerah (pemda).
"Kemenkeu kini menelaah buat melihat asal-asal kontribusi menurut iuran agar lebih seimbang. Jadi, BPJS mampu mendapatkan jumlah masukan menurut iuran yang mampu men-sustain menurut jumlah kewajiban yang mereka harus bayar," kata Sri Mulyani kepada Jakarta, seperti ditulis Jumat (3/11/2017).
Lebih jauh dia menyebutkan, pemerintah telah menghitung kebutuhan para peserta BPJS Kesehatan buat menutup semua tanggungan yang harus dibayarkan.
Alasannya, jumlah kepesertaan BPJS semakin meningkat, terutama peserta kepada daerah.
"Jumlah kepesertaan meningkat banyak, terutama kepada daerah-daerah, akan akan tetapi belum disertai kontribusi yang dibayarkan sang pemerintah daerah," tuturnya.
"Karena itu, kita perlu menghitung berapa probabilitas mereka yang akan sakit & menimbulkan yang akan terjadi terhadap tanggungan," jelasnya.
No comments:
Post a Comment