
Image source: https://assets.jalantikus.com/assets/cache/690/300/tips/2017/02/23/yamaha-aerox-vva-banner.jpeg
Liputan6.com, Massachusetts - Smartwatch bareng kemampuan fitness tracker yang dapat mendeteksi status kesehatan, ternyata tidak dapat sepenuhnya berfungsi bareng optimal. Salah satu penyebabnya merupakan keterbatasan kapasitas daya dan koneksi nirkabel.
Melihat pertarungan ini, ilmuwan Universitas Harvard dan Massachusetts Institute of Technology (MIT) membangun perangkat berupa tato pintar yang dapat berfungsi sebagai sensor kesehatan penggunanya. Menariknya, tato ini tidak memerlukan daya atau koneksi nirkabel sama sekali.
Seperti dilansir Engadget, Rabu (4/10/2017), tinta tato tadi ternyata berperan sebagai kandungan kimia yang bisa mendeteksi kondisi darah pengguna.
Tinta berwarna hijau dapat mengetahui kondisi dikala pengguna kekurangan cairan tubuh, sedangkan tinta warna hijau satunya lagi dapat berubah warna sebagai cokelat bila gula darah penggunanya naik.
Tato ini pula didesain "bersahabat" bareng orang yang tidak terbiasa dengan tato. Pasalnya, tato dapat dipasang bareng lem khusus dan tidak menyakiti kulit. Ia pula dapat tampil transparan, dan hanya akan tampak bila terkena cahaya dalam luar.
Tato pintar yang dapat mengontrol status kesehatan insan semacam ini, bukanlah yang pertama. Sebelumnya, MIT pula membangun tato bernama DuoSkin yang dapat terhubung bareng smartphone.
Tak hanya itu, tato ini pula dapat menampilkan hasil suhu tubuh dan mengirimkan data ke perangkat lain melalui NFC.
Menurut tim peneliti, tato tadi dapat digunakan 3 hal, yakni sebagai trackpad atau virtual control buat mengatur volume dalam smartphone atau perangkat lainnya.
Tato pula dapat menampilkan hasil yang berdasarkan bareng perubahan suhu tubuh si pemakai. Ketiga, tato tadi dapat pula berisi data yang bisa dibaca perangkat lainnya.
(Jek/Cas)
Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:
No comments:
Post a Comment