Image source: http://tangeranggogis.files.wordpress.com/2013/02/penyebaran-diare.jpg
Liputan6.com, Tangerang - Dunia maya sempat dihebohkan memakai beredarnya permen jari, yg diduga membuahkan anak-anak kecanduan serta tertidur pulas. Dinas Kota Tangerang memastikan belum menemukan korban atau anak yg memiliki pertanda tadi.
"Tidak muncul, kami mencari memahami siapa orangtua yg mengadu demikian juga tidak muncul yg mampu menjawab. Jadi hingga kini kami tidak menemukan anak yg dimaksud tadi," istilah Kepala Dinas Kesehatan Liza Puspitadewi, Kota Tangerang, Banten, Rabu (12/10/2016).
Liza mengungkapkan pihaknya telah mendatangi enam puskesmas yg muncul di tiga kecamatan, untuk memastikan apakah muncul pasien terdampak permen jari. Namun, tidak muncul laporan pasien memakai pertanda tadi.
Liza memaparkan tiga kecamatan itu yakni Ciledug, Karang Tengah, serta Larangan. Pihaknya juga telah mendatangi lebih dari tiga sekolah dasar di tiga kecamatan itu. Mereka memastikan apakah muncul peserta didik yg memakan permen jari.
"Mayoritas peserta didik pernah memakannya, akan tetapi mereka tidak kecanduan. Habis makan ya telah besoknya tidak beli lagi, mungkin alasannya adalah bosan ya," istilah beliau.
Tim juga mencari sumber-usul permen jari. Ternyata, permen tadi dijual bebas di luar area sekolah sang pedagang klontongan yg juga menjual aneka macam macam permen atau jajanan anak.
"Dijualnya di luar area sekolah, bukan di kantin resmi sekolah," istilah Liza.
Dengan temuan tadi, Liza menduga, sirkulasi permen jari bukan hanya di tiga wilayah tadi, melainkan meluas serta dijual bebas di pasaran.
Petugas Dinas Kesehatan Kota Tangerang telah membawa beberapa sampel permen permen jari, untuk diuji di laboratorium Badan Pengawas Obat serta Makanan (BPOM).
"Sudah kami serahkan, tapi hasilnya belum keluar," ungkap Liza.
Liza mengimbau supaya orangtua maupun guru di sekolah selalu mengawasi para peserta didik serta jajanan anak. Terlebih, anak lebih tertarik memakai jajanan yg berbentuk unik serta rasa yg anggun.
"Lebih baik bawa bekal dari rumah, itu akan menjaga kesehatan anak juga," celoteh beliau.
Permen jari sempat heboh di media sosial, yg diduga tersebar kepada jajanan sekolah di Kecamatan Ciledug, Karang Tengah, serta Larangan, Kota Tangerang, Banten. Permen ini diduga mampu menghasilkan anak kecanduan serta tertidur lelap hingga dua hari.
No comments:
Post a Comment