Image source: http://img.antaranews.com/new/2017/05/ori/201705191572.jpg
Liputan6.com, Jakarta - Juru Bicara KPK Febri Diansyah berkata, kondisi kesehatan mata kiri penyidik senior KPK Novel Baswedan menurun.
"Untuk mata kiri, pertumbuhan yg semenjak awal sangat lambat, berasal hasil foto terlihat kondisi yg stagnan semenjak kemarin. Tekanan mata sangat tinggi dan melewati batas normal, yaitu mencapai 31 (tekanan normal 16-21)," ujar Febri pada Gedung KPK Kuningan Jakarta Selatan, Jumat (12/5/2017).
Tekanan mata kiri Novel yg tinggi ini, ujar Febri, berpengaruh pada menurunnya kemampuan bekerja saraf mata Kasatgas penyidik perkara e-KTP itu.
"Aika dibiarkan ini akan menjadikan pada berkurangnya kemampuan melihat," imbuh dia.
Untuk mengatasinya, dokter pada Rumah Sakit Singapura sudah memperlihatkan tambahan obat pengontrol tekanan mata kiri Novel.
Sedangkan buat penglihatan mata kanan bagus, dan bisa melihat sampai ukuran huruf yg paling mini.
"Untuk mata kanan, pertumbuhan selaput kornea stagnan berasal kemarin, terjadi inflamasi pada bagian tengah kornea. Tidak timbul infeksi," ungkap Febri.
Penyidik KPK Novel Baswedan harus menjalani pengobatan mata pada tempat tinggal sakit Singapura sesudah diserang dengan air keras pada Selasa 11 April 2017, sang orang tidak dikenal. Diduga penyerangan itu terkait aktivitas Novel yg tengah menyidik perkara korupsi e-KTP.
No comments:
Post a Comment