.jpg)
Image source: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtNRYbvERxLrbmxDIVPMB9HssJhQswTeoryt-OEhqUjnkgC5yGHM9ZdMFBZWzUSg2hQJOLpN6XSL1N3QtFvSBllYfMpIydJoquluMMxV7nEFJWiEXPnhfw_i-23sJD46ZG6w7kacch1aVN/s1600/The+Bounty+(1984).jpg
Liputan6.com, Ternate - Langit di atas laut perairan Pulau Mayau, Maluku Utara, pada Rabu sore, 19 Juli 2017, pada pukul 17.00 WIT, cukup cerah. Pemandangan itu artinya waktu kapal Rumah Sakit (RS) Apung dr Lie Dharmawan hendak bertolak ke Ternate.
Rombongan kapal RS Apung dr Lie Dharmawan yg terdiri dari 17 tim medis dan lima anak buah kapal (ABK) itu baru saja menggelar pengobatan gratis di Pulau Mayau, Batang Dua, Ternate.
"Saat itu cuaca masih indah, menjadi akibatnya diputuskan oleh ABK kapal buat berlayar menuju Ternate," istilah Ketua Tim Medis dr Cynthia waktu disambangi di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate, Kamis, 20 Juli 2017.
Cynthia mengemukakan, di kapal itu selain dirinya maupun masih ada delapan dokter lainnya, ditambah bagian apoteker, penyuluh, operator bedah dan bagian dokumentasi.
Rasa lelah bercampur suka mewarnai kepergian mereka dari pulau mini itu. Tak disangka, kurang lebih pukul 22.00 WIT, suasana damai di kapal mendadak diselimuti ketakutan.
Kapal RS Apung tempat mereka bekerja dan berlindung dihantam badai dan gelombang tinggi hingga air laut masuk ke dalam kapal hingga ruang mesin. Posisi air laut waktu itu bahkan sudah hingga betis atau kurang lebih 15-20 sentimeter.
"Banyaknya air laut masuk memproduksi mesin kapal mati, sementara pompa yg akan mengeluarkan air tidak berfungsi," katanya.
Sambil menenangkan diri, beliau dan tim terus berusaha mencari pertolongan. Saat itu, istilah Cythia, ada beberapa kapal mini yg melintas. Namun, tidak satupun kapal mini itu mendekat.
Setelah terombang-ambing kurang lebih sejam di tengah laut atau kurang lebih pukul 03.00 WIT, Kamis dini hari, sebuah kapal tanker dari Tiongkok mendekati mereka.
"Saya berkomunikasi via radio memakai Bahasa Inggris maupun sekaligus memberikan koordinat posisi kami. Mereka mungkin menghampiri kami karena mendengar di situ ada bunyi saya," katanya.
Kapal tanker yg dinanti timbul, akan namun mereka tidak langsung mendekat seakan mengamati isi RS Apung dari jauh. Cynthia dan teman-teman wanitanya akhirnya berdiri di samping kapal.
"Jangan hingga mereka menerka kami bajak laut," istilah Cynthia.
Dia mengemukakan kapal dari Tiongkok tadi bertolak dari Tiongkok dan hendak menuju Australia. Beruntung di antara tim medis, ada yg bisa berbahasa Mandarin.
"Sehingga, kapal dari Tiongkok itu akhirnya bersedia mengevakuasi kami. Jumlahnya 17 orang tim medis. Kami dievakuasi ke atas kapal Tiongkok sambil menunggu kapal donasi," ujarnya.
Setelah naik ke atas kapal, mereka disambut hangat. Bahkan, mereka sempat diberi makan sembari menunggu bala donasi datang.
Berselang beberapa jam kemudian, kapal KN SAR Pandudewanata milik Basarnas Ternate tiba di lokasi kejadian, disusul kapal milik Polair Polda Malut dan Kapal milik TNI AL.
Seluruh tim medis selamat dan berhasil dievakuasi ke Pelabuhan Ahmad Yani Ternate melalui KN SAR Pandudewanata. Sementara, kapal RS Apung memakai lima ABK ditarik ke Pulau Mayau.
No comments:
Post a Comment