Saturday, July 1, 2017

Studi Lingkungan Kerja Buruk Berdampak Negatif dalam Kesehatan

Studi Lingkungan Kerja Buruk Berdampak Negatif dalam Kesehatan

Image source: https://image.slidesharecdn.com/5tematiktema1bukusiswa-140816221202-phpapp01/95/buku-siswa-kls-5-tema-1-42-638.jpg?cb=1408228866

Studi Lingkungan Kerja Buruk Berdampak Negatif pada Kesehatan

Liputan6.com, Washington, DC - Menurut sebuah survei yg diadakan sang forum think thank RAND, 2 per 3 pekerja pada Amerika Serikat berada dalam lingkungan pekerjaan yg tidak seusai beserta apa yg mereka bayangkan.

Fakta mengejutkan itu tidak hingga pada sana. Sebuah penelitan yg dilakukan pada Inggris menemukan, masih ada lebih banyak membuktikan fisik implikasi stres pada orang-orang yg bekerja pada lingkungan buruk dibanding mereka yg menganggur.

Laporan RAND tadi adalah refelksi dari survei yg dilakukan terhadap 3.000 pekerja AS, beserta rentang usia 25 hingga 71 tahun dari aneka macam jenis pekerjaan.

"Hal yg paling mengejutkanku ialah, soal jumlah orang yg mengalami relasi sosial yg tidak menyenangkan pada kawasan kerja," ujar rekan penulis studi & associate professor pada Harvard Medical School, Nicole Maestas, mirip dikutip dari CNN, Rabu (23/8/2017).

Penelitian itu jua mengungkap bahwa satu dari lima pekerja pada AS pernah mencicipi hal tadi, termasuk kekerasan mulut & seksual.

Studi tadi jua menemukan bahwa satu dari empat pekerja pada AS membagikan bahwa mereka merasa tidak memiliki nisbi saat buat melakukan pekerjaannya. Setengah dari mereka jua wajib bekerja pada saat luang buat mencapai target.

Sementara itu pekerja perempuan lebih sering mengeluhkan mengalami kesulitan mengatur saat buat mengurus perkara langsung & keluarga dibanding pekerja pria. Mereka jua memproduksi lebih sedikit uang.

Sementara itu, meski 75 persen pekerja mendapatkan training buat mempertinggi kemampuan mereka, hanya 35 persen dari mereka yg membagikan bahwa pekerjaannya sudah menunjukkan kemajuan buat masa depan yg lebih baik.

Seorang associate professor bidang psikologi pada George Mason University, Seth Kaplan, membagikan bahwa keterangan-keterangan tadi menguatkan hal-hal yg mereka ketahui ihwal syarat kerja Amerika. Namun, presentase yg melaporkan bahwa lingkungan kerja tidak bersahabat, lebih tinggi dari dugaannya.

"Kita terlalu memusatkan perhatian pada perilaku dramatis, mirip adanya tragedi penembakan pada kawasan kerja," ujar Kaplan.

"Namun memiliki atasan kasar & proaktif yg menjadi penyebab stres kronis, tidak mendapat banyak perhatian. Dan aku pikir kita relatif gagal menyadari betapa buruknya penyebab stres itu," imbuh ia.

Sisi baiknya, 84 persen pekerja melaporkan bahwa mereka memeriksa hal-hal baru.

No comments:

Post a Comment

Waspada Cuaca Buruk, Ini Resep Jaga Kesehatan Saat Badai Dahlia

Image source: http://images1.prokal.co/webbalpos/files/berita/2017/06/21/waspada-cuaca-buruk-selama-mudik.jpg Waspada Cuaca Buruk, Ini Resep...