
Image source: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeJQxDnZIpusspZzALDX8ygjYH0EaAXAWbjuBJlMfo7OqEpTrbhvYqOI3A3lgS2Zz2Fm4oPgvsKPT5ZQOHLErgjAj73f3r_uqRHH0HlP0kijT-RQr_7_nZ5XYnG_ly6adGA6JY6YRlNRyL/w1200-h630-p-k-nu/Awas%252C+rumput+laut+dan+delima+berbahaya..jpg
Liputan6.com, Putussibau - Kepala Dinas Kesehatan Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Harisson geram atas laporan maraknya tim kesehatan gadungan di daerahnya. Modus tim kesehatan itu, sesuai laporan menurut warga, terkait endemi penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
"Mereka (tim kesehatan gadungan) berusaha mencari untung menurut Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD," ungkapnya sebagaimana dilansir Antara, Rabu (20/9/2017).
Tim kesehatan gadungan itu umumnya akan memperlihatkan fogging bersama mematok harga. Untuk sekali fogging, rata-rata tim kesehatan gadungan akan meminta uang Rp 300 ribu kepada warga. Padahal, Harisson menyatakan tim kesehatan yang orisinal tidak akan memungut porto apapun.
"Fogging yang dilakukan oleh tim kesehatan menurut Dinas Kesehatan Kapuas Hulu tidak pernah memunggut porto," katanya.
Maka itu, Harisson mengimbau warga, khususnya warga Kapuas Hulu, supaya menolak apabila ada tim kesehatan yang melakukan fogging berbayar. "Aika perlu laporkan saja ke pihak berwajib," ujar Harisson.
Harisson menambahkan, beredarnya tim kesehatan gadungan itu atas aduan warga kepada dirinya. Masyarakat, sambung beliau, diminta untuk mencurigai maraknya tim kesehatan gadungan yang memperlihatkan upaya pencegahan DBD.
Saksikan video pilihan berikut merupakan!
No comments:
Post a Comment